Sabtu, 24 Maret 2018

Pernyataan Bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Rasa syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah senantiasa menjaga sekaligus melindungi bangsa Indonesia. Atas berkah kasih sayang dan rahmat-Nya semata kita semua, seluruh komponen bangsa Indonesia, masih bisa saling merasakan kedamaian hidup di Bumi Pertiwi tercinta kita Indonesia. Sholawat serta salam selalu kita haturkan ke hadirat Rasulullah Muhammad SAW yang senantiasa membimbing dan memberikan teladan bagi kita semua.

Kami Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) sebagai bagian dari organisasi umat beragama hari ini berkumpul tidak lain memiliki maksud dan tujuan untuk melakukan tiga hal: Pertama, terus menerus menyerukan saling tolong menolong melalui sedekah dan derma. Kedua, menegakkan kebaikan. Ketiga, mengupayakan rekonsilisasi atau perdamaian kemanusiaan.

Parameter dan ukuran sehatnya sebuah bangsa dan negara salah satunya bisa dilihat dari tegak dan kokohnya tali persaudaraan kebangsaan, ekonomi yang tumbuh merata, akses pendidikan yang mudah, terbukanya ruang-ruang dalam menyampaikan pendapat, serta tegaknya hukum sebagai instrumen untuk meraih keadilan. Bangsa yang kuat dan sehat juga tercermin dari semakin berkualitas dan berdayanya masyarakat sipil. Berkaitan dengan hal tersebut, PBNU dan PP Muhammadiyah menegaskan:

Pertama, NU dan Muhammadiyah akan senantiasa mengawal dan mengokohkan konsensus para pendiri bangsa bahwa Pancasila dan NKRI adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah Negara yang memiliki keanekaragaman etnis suku, golongan, agama yang tetap harus dijaga dalam bingkai perstuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, NU dan Muhammadiyah secara pro aktif terus melakukan ikhtiar-ikhtiar bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas hidup warga terutama mengembangkan pendidikan karakter yang mengedepankan akhlakul karimah di semua tingkatan atau jenjang pendidikan serta penguatan basis-basis ekonomi keumatan dan juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ketiga, NU dan Muhammadiyah menyeru kepada pemerintah agar bersungguh-sungguh dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi angka pengaguran serta melakukan upaya-upaya yang terukur agar kesenjangan ekonomi dan sosial segera teratasi dengan baik.

Keempat, mengimbau kepada seluruh warga NU dan Muhammadiyah agar bersama-sama membangun iklim yang kondusif, suasana yang kondusif dalam kehiduapan kemasyarakatan dan keberagamaan di tengah era sosial media yang membutuhkan kehatian-hatian yang lebih. Mengingat bertebarannya pelbagai macam informasi hoaks, ujaran kebencian dan fitnah yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa. NU dan Muhammadiyah berkomitmen untuk menghadirkan narasi yang mencerahkan melalui ikhtiar-ikhtiar dalam bentuk penguatan dan peningkatan literasi digital sehingga terwujud masyarakat informatif yang berkahlakul karimah.

Kelima, memasuki tahun 2018, di mana kita akan menghadapi apa yang diistilahkan sebagai tahun politik maka marilah kita bersama-sama menjadikan ajang demokrasi sebagai bagian dari cara kita sebagai bangsa untuk melakukan perubahan-perubahan yang berarti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hendaknya dalam demokrasi perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan. Perbedaan harus dijadikan sebagai rahmat yang menopang harmoni kehidupan yang beranekaragam. Karena demokrasi tidak sekedar membutuhkan kerelaan hati menerima adanya perbedaan pendapat dan perbedaan pikiran, namun demokrasi juga membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan cinta kasih antar sesama.

Jakarta, 23 Maret 2018/5 Rajab 1439 H

والسّــــــــــــلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.
Ketua Umum PBNU

Dr. H. Haedar Nashir
Ketua Umum PP Muhammadiyah

Sumber/Penulis : Erlangga’90

Jumat, 23 Maret 2018

Menjaga Indonesia Di Media Sosial

Akankah Indonesia bubar di tahun 2030 seperti disampaikan oleh seorang Ketua Partai Oposisi Pemerintah? Yang dikatakannya sebagai analisis intelijen dan beliau meyakini bahwa negara-negara lain sudah membuat analisis-analisis bubarnya Indonesia di tahun 2030.

Seandainya analisis intelijen itu bukan fiksi, tentunya Julian Assange tak perlu menunggu lama untuk mengumbarnya di Wikileaks yang legendaris itu. Jika diproyeksikan secara ekonomi, kecenderungan politik, dan energi kebangsaan yang kita punya, tentu ucapan tersebut terdengar seperti lelucon.

Karena sejarah membuktikan, kita mampu melewati berbagai badai krisis terhitung sejak Indonesia merdeka. Dan kita masih bangga menjadi bangsa Indonesia sampai hari ini.

Namun perlu dicermati fenomena sekarang yang sedang terjadi dan bergemuruh berpotensi menjadi besar, yaitu pengaruh media sosial yang sudah menjadi “Kitab Suci” oleh sebagian masyarakat (dan sepertinya semakin meluas), apapun yang ada di linimasa seluruh media sosial dianggap benar dan diimani kebenarannya (bukan hanya diyakini).

Mungkin benar, bisa saja Indonesia bubar di tahun 2030 jika fenomena antem-anteman di seluruh linimasa media sosial terus berlangsung dengan intensitas seperti sekarang ini dan sepertinya kecenderungannya semakin masif dan parah.

Anggap saja ucapan tersebut sebagai warning bahwa perpecahan yang terjadi saat ini harus segera diakhiri. Hoaks, ujaran kebencian, berita bohong, harus segera dibersihkan dari ruang publik kita, agar potensi-potensi yang akan merusak kesatuan kita sebagai bangsa bisa diminimalisir.

#IndonesiaDamai

Penulis/Sumber : Erlangga’90

Kamis, 22 Maret 2018

Mapolres Sampang Bersama Instansi Terkait Deklarasikan Anti Hoax, Komitmen Tertib Berlalu Lintas Dan Pemilukada Aman

Mapolres Sampang - Mapolres Sampang dengan Kodim 0828 Sampang beserta Instansi Pemerintah Kab. Sampang melaksanakan kegiatan rutin berolah raga tiap hari Jumat tanggal 23 Maret 2018 sekira pukul 06.00 Wib sampai dengan pukul 09.00 Wib bertempat di Mapolres Sampang.

Yang hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, S.H., S.I.K, M.H, Dandim 0828 Sampang Letkol Inf. Indrama Bodi, S.Pd, Waka Polres Sampang Kompol Suhartono, S. Ag, Kasdim 0828 Sampang Mayor Inf. Kukuh. WP, Kepala cabang BRI Sampang Bani Indro, Kepala Kemenag Sampang Drs. H. Djuhaidi, M.M, Anggota Polres Sampang, Anggota Kodim 0828 Sampang, Anggota Satpol PP Pemkab. Sampang, Perwakilan OPD Kab. Sampang dan Perwakilan karyawan Bank se-Kab. Sampang.

Dalam kegiatan olah raga kali ini sangat berbeda dari biasanya. Rangkaian kegiatan hari ini dibuka dengan Doa oleh Bripka Anto Sureski, Deklarasi Anti Hoax dan Pilkada serentak damai dengan Ikrar bersama yaitu "Kami indonesia, Kami Anti Hoax, Kami anti ujaran kebencian, NKRI harga mati dan Beda pilihan wajar kor jek atokaran". Penandatanganan komitmen bersama tertib berlalu lintas oleh Kapolres Sampang, Dandim 0828 Sampang dan perwakilan Instansi Pemerintah, Pukul 06.25 Wib Pelepasan JJS oleh Kapolres Sampang dg rute Polres Sampang menuju Jl. Jamaluddin-Jl. Wijaya Kusuma-Jl. KH. Wahid Hasyim dan kembali finish di Mapolres Sampang, Pukul 06.40 Wib peserta JJS tiba di Mapolres Sampang dilanjutkan senam bersama, Pukul 06.50 senam bersama selesai dilanjutkan hiburan electone.

Sementara dalam sambutan Kapolres Sampang mengatakan, "Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan olahraga bersama dalam keadaan sehat, terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir pada acara hari ini. Kami dalam pengamanan Pilkada tidak bisa melaksanakan sendiri namun butuh dukungan rekan dari TNI dan seluruh instansi yg lain. Dalam pelaksanaan kegiatan ini kita berbeda-beda seragam namun kita tetap bisa bersama. Hal ini menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI harga mati. Penghormatan kepada Dandim 0828 Sampang yg akan pindah ke tempat tugas yg baru dg karpet merah".

Dan dalam sambutan Dandim 0828 Sampang mengatakan, "Terimakasih atas kegiatan bersama seperti ini, saya sgt terharu dan semuga Kab. Sampang tetap kompak seperti ini, tidak ada satu kegiatan yg bisa kita laksanakan dg maksimal tanpa dilakukan bersama, dari awal disini Saya komitmen dengan Forkopimda akan melaksanakan tugas mengamankan Kab. Sampang bersama, Insya Allah sebentar lagi saya akan pindah tugas ke Mabes TNI bagian staf Teritorial yang akan membawahi 3 angkatan, Saya sangat terharu dengan penghormatan dari Kapolres Sampang dan Saya berdoa semuga kita selalu diberkati Allah SWT dan selalu kompak".

Adapun maksud kegiatan ini adalah untuk menjaga kekompakan dan persaudaraan seluruh instansi utamanya dalam pelaksanaan tugas pengamanan tahapan Pemilukada Kab. Sampang.

Sumber : Wakapolres Sampang

Hoaks Sebagai Masalah Dunia

Rendahnya literasi media sosial dalam masyarakat digital menjadi salah satu pendorong maraknya dampak negatif penggunaan internet seperti informasi hoaks, pelanggaran privasi, cyberbullying, konten kekerasan dan pornografi, dan adiksi media digital.

Kondisi tersebut mendasari Jepang, negara-negara Asia Tenggara dan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memberikan perhatian khusus terhadap literasi media sosial bagi keluarga dan masyarakat pendidikan.

Rendahnya literasi media sosial menjadi topik yang dibahas secara mendalam di ajang “ASEAN-Japan Forum on Media and Information Literacy for the Youth” yang digelar di Manila, Filipina pada 20-21 Maret 2018.

Forum ini mempertemukan para pihak dari berbagai sektor komunikasi baik di pemerintahan, swasta, media, akademisi dan pelajar dari Jepang dan negara Asia Tenggara. Beberapa tokoh bersama pihak dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hadir di ajang tersebut.

Hadirnya topik literasi media sosial di forum semacam ini membuktikan betapa pentingnya pengetahuan dalam berhadapan dengan sosial media dan betapa pentingnya menangkal bahaya dari berita hoaks, ujaran kebencian, dan informasi-informasi menyesatkan lainya.

#IndonesiaDamai

Sumber : Erlangga’90

Rabu, 21 Maret 2018

Hoax Dan Integrasi Bangsa


Merebaknya jejaring sosial melalui dunia maya memungkinkan setiap orang berekspresi bebas tanpa batas. Arus informasi hilir-mudik memadati ruang kehidupan, memenuhi sudut aktifitas manusia.

Pertukaran pengetahuan dari satu orang ke orang lain begitu cepat, tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Dunia seakan menjadi kampung besar tanpa sekat sehingga memungkinkan setiap orang saling berinteraksi.

Sayangnya, kebebasan berekspresi tidak diimbangi dengan kecerdasan bermedia. Arus informasi yang mengalir menjadi liar ketika menemukan ruang, terutama di media sosial.

Berita-berita yang ditampilkan tidak jarang berisikan isu-isu hoax yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Parahnya, berita tersebut dishare, disebar ke banyak orang, tanpa mempedulikan efek yang ditimbulkan.

Isu yang berkembang tidak jarang menyinggung persoalan rasial, pelecehan, penistaan agama, dan fitnah kepada pihak lain. Maka bisa dipastikan efek yang ditimbulkan sangat membahayakan,  yakni keresahan.

Jika keresahan ini menggunung menjadi ke-chaos-an massal, maka sangat mungkin disintegrasi bangsa akan terjadi. NKRI yang telah diperjuangkan dengan jutaan nyawa, bisa saja terpecah belah hanya karena ujaran kebencian dan berita-berita bohong yang ditebar di dunia maya.

Memang,  isu hoax yang hari ini berkembang begitu pesat sungguh telah membuat gaduh kehidupan bangsa. Oleh karenanya perlu kesadaran bersama untuk tetap bersikap bijak dan tetap beretika dalam bermedia.

#IndonesiaDamai

Sumber : Erlangga

Selasa, 20 Maret 2018

Polrestabes Surabaya Going To WBBM

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan bersama Pejabat Utama, Kapolsek jajaran dan Pama Polrestabes Surabaya menyatakan komitmen menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di depan Bhara Daksa Polrestabes Surabaya, Selasa (20/3/2018).


Komitmen ini sebagai wujud keseriusan Polrestabes Surabaya dalam upayanya menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),setelah 2017 berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).


Sumber : Umam

Rabu, 14 Maret 2018

2 Hacker Warga Surabaya Ditangkap Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya Dan FBI

Surabaya – Dua orang lelaki warga Surabaya ditangkap Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dan Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya. Dua orang tersebut, diduga merupakan hacker yang meretas ratusan sistem elektronik, di dalam maupun luar negeri.


Dua orang masing-masing berinisial KPS warga Kecamatan Sawahan, dan NA warga Kecamatan Gubeng itu ditangkap di kediamannya pada Minggu (11/3/2018) lalu. Kombes Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim, membenarkan adanya penangkapan dua warga Surabaya itu.


“Betul ada penangkapan dua orang oleh FBI bareng Polda Metro Jaya,” katanya, dikonfirmasi Rabu (14/3/2018).


Data yang dihimpun dari kepolisian menyebutkan, KPS dan NA masing-masing meretas lebih dari 600 website dan sistem data elektronik di dalam dan luar negeri.


Sejumlah barang bukti seperti laptop, gadget, dan modem juga telah diamankan dalam penangkapan itu.


Sementara itu, Barung mengaku tidak bisa menjelaskan secara detil terkait proses penangkapan dan kasus ini. Sebab, kata Barung, pihaknya hanya sebatas diberitahukan bahwa ada penangkapan di Surabaya oleh Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya dan FBI.


“Detilnya ditangani Polda Metro Jaya,” katanya.


Sumber : beritapolisi.com

Senin, 12 Maret 2018

Polisi : Sebagai Generasi Penerus Bangsa Jangan Bolos Sekolah


Tanjungpinang, Kedapatan membolos sekolah beberapa siswa SMA 5 Tanjungpinang tertangkap giat Patroli Polsek tanjungpinang barat dan Satpol PP Kota Tanjungpinang, siswa yang terjaring diluar area sekolah ini selanjutnya diberikan pengarahan dan himbauan serta peringatan untuk tidak membolos sekolah, karena perbuatan yang dilakukan sangat merugikan bagi dirinya sendiri.

Patroli bersama ini dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya kenakalan remaja di wilayah Polsek Tanjungpinang Barat.


Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Emsas Mardenis melalui Kanit Shabara Polsek Tanjungpinang Barat IPTU Sarbini memberikan pengarahan dan penekanan kepada siswa siswa yang dikedapatan bolos di waktu jam jam sekolah, Senin (12/03/18).

“Sebagai Implementasi arahan dari Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S,I.K., M.H Kepolisian terus berupaya untuk menjaga kamtibmas ditengah masyarakat. Hal ini dengan dilakukannya patroli serta berikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat dengan patroli bersama dari Dinas Satpol PP Kota Tanjungpinang” kata Sarbini.


Selain Melaksanakan Patroli bersama, Unit Patroli Polsek Tanjungpinang Barat juga mellaksanakan Patroli dialogis ke perumahan perumahan, hal ini untuk mengantisipasi tindak kejahatan dan menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya di wilayah Tanjungpinang Barat,?tutup Sarbini.(Ap)

Dadakan, Sie Propam Polres Bojonegoro Adakan Pemeriksaan Kelengkapan Anggota Dan Urine

Bojonegoro - Sie Propam Polres Bojonegoro pada hari Rabu (15/08/2018) pagi tadi secara mendadak adakan pemeriksaan kelengkapan serta urine a...